Checklist
Apa yang Terjadi Jika SOP Tidak Sesuai Saat Survei?
Ketidaksesuaian dokumen SOP dengan pelaksanaan lapangan merupakan salah satu temuan paling umum saat survei akreditasi rumah sakit. Ketahui konsekuensi dan langkah penanganannya.
1. Pengurangan Skor Elemen Penilaian (EP)
Dalam STARKES 2024, setiap Elemen Penilaian (EP) memiliki bobot skor (Tercapai Penuh = 10, Tercapai Sebagian = 5, Tidak Tercapai = 0). Jika SOP tidak ada atau tidak sesuai, skor pada EP terkait akan langsung anjlok.
2. Catatan Temuan & Kewajiban Perbaikan (FNE / PPS)
Surveior akan menerbitkan catatan temuan yang wajib ditindaklanjuti melalui Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) dalam kurun waktu tertentu setelah survei selesai.
Cegah penurunan skor akreditasi dengan memastikan dokumen SOP Anda terstandar.
Gunakan AI SOP Generator BuatSOP.com →3. Risiko Penurunan Tingkat Kelulusan Akreditasi
Jika ketidaksesuaian terjadi pada bab-bab prioritas utama (seperti Sasaran Keselamatan Pasien / SKP, PPI, dan MFK), hal ini dapat memengaruhi predikat kelulusan dari Paripurna menjadi Utama, Madya, atau bahkan Tidak Terakreditasi.
Cara Mencegah Ketidaksesuaian Dokumen
- Lakukan audit internal / mock survey minimal 1 bulan sebelum survei resmi.
- Pastikan seluruh staf medis telah mengikuti sosialisasi dan menguasai alur SOP.
- Gunakan format SOP baku yang konsisten di seluruh unit kerja.
Kesimpulan
Temuan ketidaksesuaian dokumen dapat dihindari dengan koordinasi mutu yang baik dan penggunaan alat penyusun SOP yang sesuai dengan standar regulasi terkini.
Susun draf SOP yang sesuai standar akreditasi Kemenkes tanpa risiko kesalahan.
Coba BuatSOP.com Sekarang →